Ghirah Islam

Ghirah Islam


Oleh Dr Mu’inudinillah Basri

{ وَإِنْ نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ مِنْ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُوا فِي دِينِكُمْ فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لَا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ (12) أَلَا تُقَاتِلُونَ قَوْمًا نَكَثُوا أَيْمَانَهُمْ وَهَمُّوا بِإِخْرَاجِ الرَّسُولِ وَهُمْ بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ أَتَخْشَوْنَهُمْ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (13)} [التوبة: 12، 13]

Dan jika mereka (orang orang musyrik) merusak sumpah mereka setelah perjanjian mereka, dan mencela agama kalian maka perangilah pemimpin pemimpin kafir, sesungguhnya mereka tidak ada bagi mereka sumpah (yang bisa dipegangi), agar mereka berhenti (dari memerangi kalian), apakah kalian tidak memerangi suatu kaum yang merusak sumpah mereka, dan bermaksud mengusir Rasul, dan mereka memulai kalian (dengan perang) diawal peperangan, apakah kalian takut kepada mereka, Allah lebih berhak kalian takut kepadaNya jika kalian orang orang beriman. (QS Attaubah ayat : 12-13).

kaos-motivasiGHIRAH : Allah swt memerintahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk memutus hubungan dengan orang orang musyrikin kuffar, kecuali menyempurnakan perjanjian damai dengan orang orang musyrikin yang mau saling menghormati hak masing masing.

Kapan orang kafir merusak perjanjian dan mencela atau menghina ajaran Islam, menghina Allah, Rasulullah, atau merendahkan salah satu ajaran Islam, Allah dengan tegas memerintahkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerangi para pemimpin kufur, agar mereka berhenti dari mencela Islam.

Allah menegur keras kaum muslimin yang takut memerangi para pencela dinul Islam: kenapa kalian tidak memerangi suatu kaum yang merusak janji mereka, dan bertekat mengusir Rasul, dan mereka memulai duluan menyerang Islam, apakah kalian takut kepada mereka, takut kalah, sungguh siksaan neraka Allah lebih berhak kalian takuti, kalau kalian tidak berperang.

Siksaan manusia paling tinggi membunuh kalian dan selesai, sedang siksaan Allah abadi. takutlah kepada Allah dan perangilah para pencela diinul Islam jika kalian beriman.

Iman, aqidah, syari’ah adalah suatu yang paling mahal bagi orang Islam sejati, maka menjaga kemurniannya, kesuciannya, kehormatannya, bagian dari kehormatan seorang muslim, Allah menegaskan mengagungkan syiar Allah termasuk ketakwaan hati. Orang beriman memuliakan Allah dan memuliakan semua yang dimuliakan Allah, mengagungkan yang diagungkan Allah. Seorang muslim mengagungkan ibadah dan menjalankannya dengan cara yang benar, tepat waktu, dengan pakaian yang paling rapi. Memuliakan ibadah Qurban, dengan memilih mempersembahkan kurban yang paling mahal dan sempurna. Memuliakan masjid dan memakmurkannya, membersihkan dari segala kotoran dan memberikan wewangian.

Memuliakan Al-Qur’an membacanya dengan khusyu’ berusaha memahaminya sesuai yang Allah kehendaki, tidak mengartikan dan menafsirkan tanpa ilmu. Memuliakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan menyebut nama beliau dengan kebesarannya, memuliakan hadits hadits dan sunnah sunnah beliau. Memuliakan ulama rabbany, dan menjaga nama baik mereka, memuliakan orang orang beriman dan menjaga harta, darah dan kehormatan mereka, itu semua dalam rangka mengagungkan dan memuliakan Allah Subhanahu Wata’ala.

Orang beriman memuliakan Allah dengan mendakwahkan Islam yang murni, berjuang meluruskan pemahaman dan pelaksanaan Islam yang menyimpang, melaksanakan amar makruf nahi mungkar, dengan tangan, perkataan, ataupun hati dengan menunjukkan kemarahan dan kebencian terhadap semua yang merusak Islam.

Ghirah Islam adalah kecemburuan terhadap kemuliaan Islam jika dirusak, adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak pernah marah dan membalas untuk dirinya, tapi jika hukum Allah dilanggar dan Islam dihina maka beliau tegas menghukum dan tidak ridha kecuali Islam telah dibela. Maka beliau tegas meminta sahabat memberesi Ka’ab bin Asyraf karena sudah keterlaluan merusak kehormatan Nabi Muhammad sebagai Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam dan menghina Allah, beliau bersabda : siapa yang mau memberesi Ka’ab bin Asyaraf karena ia telah menyakiti Allah dan RasulNya, dan berangkatlah Muhammad bin Maslamah melaksanakan tugas Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan membunuh Ka’ab bin Asyraf.

Pengusiran Yahudi dari Madinah dan penyerangan kepada mereka disebabkan pengkhianatan mereka terhadap Islam.

Bani Nadhir diusir karena melecehkan kehormatan wanita muslimah, ketika belanja di perkampungan yahudi mereka mengikat ujung pakaian wanita (muslimah) tersebut, sehingga ketika berdiri terbuka auratnya, lantas ada seorang sahabat yang membela wanita tersebut dan membunuh laki laki yang melecehkannya, kemudian yahudi membunuh sahabat tadi, dan setelah itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan untuk menyerang mereka dan mengusirnya dari Madinah.

Bani Qoinuqa’ melakukan usaha pembunuhan terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam datang kepada mereka untuk meminjam dana, mereka berkata sesama mereka, ini kesempatan emas untuk menghabisi Muhammad, silahkan ada yang naik ke atas benteng dan jatuhkan batu ke kepala Muhammad; dan Allah mewahyukan kepada beliau akan rencana jahat itu, dan bergegaslah beliau pulang dan mengumumkan perang terhadap mereka sampai mengusir mereka.

Adapun bani Quraidhah mereka melakukan provokasi kafir quraisy dan kafir lainnya agar mereka menyerang Madinah dan menjanjikan mereka akan berontak dari dalam Madinah, dan terjadilah perang ahzab atau perang khondak (parit), kaum muslimin diserang sepuluh ribu pasukan dari luar Madinah dan dari dalam oleh bani Quraidhah, maka setelah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam selesai dari perang ahzab dan meletakkan baju perangnya, Jibril AS datang dan mengatakan kami malaikat belum lepas baju perang, berangkatlah wahai Nabi untuk menyerang Bani Quraidhah, maka Nabipun menyeru seluruh sahabat berangkat ke bani Quraidhah sampai mengalahkan mereka dan menghukum mati semua laki laki dewasa mereka karena pengkhianatan mereka.

Abu Bakar RA ketika baru saja diangkat sebagai khalifah, seluruh orang Arab murtad kecuali daerah Makkah, Madinah, Dan Thaif, ada yang mengaku sebagai nabi seperti al Aswad al’Ansi, Musailamah al kadzab, dan ada yang tidak mau membayar zakat. Abu Bakar bergerak cepat untuk memerangi murtaddin, dan berkata: “ ayunqashu diinu wa ana hayyu,: apakah diinul Islam direduksi sementara saya masih hidup? Maka beliau segera menggerakkan pasukan untuk memerangi murtaddin dan mengembalikan kemuliaan Islam, dan al hamdulillah fitnah kemurtaddan bisa dipadamkan, tapi sayangnya sekarang kemurtaddan banyak terjadi dan tidak ada sahabat Abu Bakar.

Mudah mudahan akan muncul penguasa seperti Abu Bakar ra dalam waktu mendatang.

Via FB Mu’inudinillah Basri

(nahimunkar.com)

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *